
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang sektor batu bara masih nempunyai prospek cerah dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, strategi peningkatan produksi juga harus dilakukan secara hati-hati.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno menyampaikan peningkatan produksi perlu dilakukan secara hati-hati lantaran pasar global cenderung jenuh. Oleh sebab itu, ia mengingatkan pentingnya efisiensi logistik bagi PT Bukit Asam (PTBA), yang merupakan perusahaan batu bara pelat merah.
Tri menilai bahwa meskipun sudah dibicarakan sejak lima hingga enam tahun lalu, persoalan logistik masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan.
Semula, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa kebutuhan batu bara dunia saat ini mencapai 8,4 miliar ton per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 1,2-1,4 miliar ton yang beredar di pasar internasional.
Sementara, Indonesia sendiri mencatatkan produksi batu bara sebesar 760-800 juta ton pada tahun 2023, dengan 600 juta ton di antaranya diekspor. Artinya sekitar 35-40% dari total kebutuhan batu bara global dipasok oleh Indonesia.
Sumber: cnbcindonesia.com
